feedburner
INGIN BOCORAN ARTIKEL TERBARU GRATIS
Delivered by FeedBurner

feedburner count

Hubungan Seksual

Hubungan Seksual:


Defenisi
Hubungan seksual adalah aktivitas seksual yang berkaitan dengan sistem reproduksi yang melibatkan gamet pria dan wanita (Dorland, 2002, hlm. 105). Selain itu, menurut Kamus Besar Indonesia (2003, hlm, 312), hubungan seksual adalah yang berhubungan dengan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.

Fisiologis Seks
Kehidupan  seks  yang  bahagia  dan  memuaskan  selalu  didambakan  oleh setiap pasangan suami-istri. Keinginan itu tetap ada pada mereka walaupun pada saat hamil. Menurut Derek (2000, hlm. 55-59), aktivitas seksual yang sempurna berlangsung melalui empat fase reaksi seksual yaitu :

a.  Fase kenikmatan atau bangkitnya gairah
Fase  ini  dimulai  dari  hubungan  kontak  tubuh  dengan  pria,  bukan  oleh rangsangan  seksual, meskipun pandangan terhadap pria yang menarik bisa memainkan peranan. Bangkitnya gairah seksual bervariasi tergantung waktu. Banyak  wanita  mengalami  minat  seksual  yang  tinggi  pada  saat  tertentu, seperti pada pertengahan siklus atau sebelum dan selama haid. Tetapi tidak ada pola yang konsisten dapat ditentukan. Fase kenikmatan seorang wanita tergantung pada kelambatan mencapai  puncak, yang lebih lama dari pria. Selama  itu,  klitoris  beraksi,  saluran  vagina  lebih  halus  dan  tebal  karena dipenuhi pembuluh darah yang membentuk benjolan halus.  Perubahan ini beragam tingkatannya dari satu wanita ke wanita lain.

b.  Fase Plateau
Pada fase ini wanita akan merasakan penis  bereaksi di dalam vaginanya. Banyak  wanita  mengatakan,  bagian  yang  menyenangkan  dari  hubungan seksual,  terpisah  dari  orgasme  itu  sendiri  adalah  perasaan  ketika  penis memasuki vagina. Jika wanita tidak  mengalami orgasme ketika melakukan hubungan seksual, wanita tersebut mungkin menginginkan pria membantunya mencapai orgasme  dengan mengusap daerah klitoris secara lembut   atau   mengusap   dengan  lidah  dan   bibir   yang  disebut   dengan cunnilingus.  Wanita  mungkin  lebih  senang  mengalami  orgasme  sebelum mereka memulai senggama atau setelah pria mengalami ejakulasi, tergantung dari suasana hati mereka berdua.

c.  Fase Orgasme
Orgasme disebabkan oleh suatu refleks. Rangsangan di daerah klitoris baik secara  langsung  ketika wanita bermarturbasi atau dirangsang  secara tidak langsung oleh  gerakan  penis ketika masuk ke dalam vagina. Setiap orang dewasa dan menerima  orgasme secara berbeda. Penjelasan yang diberikan beberapa  wanita  menunjukkan,   orgasme  adalah  perasaan  nikmat  yang tertinggi dari bangkitnya nafsu seks. Perasaan ini bisaanya dimulai di bagian pinggul,  kemudian  menyebar  keseluruh  tubuh.  Selama  orgasme  perasaan wanita berpusat pada sensasi dan sebagian besar pada pengeluaran cairan. Ini dimulai  dengan  saat-saat   ketegangan  yang  tidak  terkontrol,   pelepasan ketegangan  mental  dan  kelegaan.  Hamper  setiap  wanita  dapat  mencapai orgasme  dengan  bermarturbasi,  atau  dengan   rileks  dan  yakin  terhadap hubungannya  untuk  memberitahu  pasangan  tentang   kebutuhan  sehingga dapat membantu mencapi orgasme dengan perangsangan.

d.   Fase Resolusi
Pada  pria  dan  wanita,  kontraksi otot  konklusif  dan  kenikmatan  orgasme diikuti dengan relaksasi. Tetapi berbeda dengan penis pria, bisaanya klitoris tidak mengendur dan beberapa wanita dapat mencapai satu orgasme setelah orgasme  yang  lain,  tanpa selingan.  Banyak wanita  merasa cukup  dengan hanya dengan satu orgasme. Dalam lima sampai sepuluh menit pertama dari fase  resolusi,  jaringan  vagina  dan  vulva  kehilangan  cairan   yang  akan membasahi vagina. Tetapi jika wanita dirangsang kembali secara seksual, maka dia dapat terangsang dan mengalami orgasme yang lain dengan jarak waktu yang lebih pendek dari pada pria. Sebaliknya, jika wanita dirangsang pada fase plateu tetapi tidak dibantu mencapai orgasme, maka fase resolusi sering menjadi   lama   dan   ketegangan   jaringan   vagina lambat untuk dipulihkan.  Rangsangan  yang  berulang  dan  kegagalan  mencapai orgasme bisa  menyebabkan frustasi fisik dan mental. Mungkin juga menyebabakan keluhan ginekologis yang bersifat psikomatis.

0 komentar:

Poskan Komentar