feedburner
INGIN BOCORAN ARTIKEL TERBARU GRATIS
Delivered by FeedBurner

feedburner count

Posisi Hubungan Seksual Selama Hamil

Posisi Hubungan Seksual Selama Hamil:


Kehamilan bukan berarti tidak dapat melakukan hububan seks, tetapi saat kehamilan   membesar  perlu  memilih  memilih  hubungan  seks  yang  aman. Prinsipnya  ibu  hamil   tetap   bisa  melakukan  hubungan  suami  istri  selama kehamilan, dengan alasan secara medis  dan atas saran dari dokter untuk tidak melakukan hubungan seks. Pada saat kehamilan sudah semakin membesar maka perut pun akan semakin membesar dan saat itu perlu melakukan dan  mencari posisi seks yang nyaman saat melakukan hubungan seks (Suryoprajogo, 2008).
  1. Posisi misionaris, Pria menindih wanita dari atas dan saling berhadapan. Posisi ini masih bisa digunakan pada trimester pertama dan kedua. Tetapi si pria harus menahan berat badannya agar tidak menekan perut si istri.
  2.  Saling berhadapan, istri diatas, suami berbaring telentang, sedangkan istri setengah jongkok diatasnya dan membantu memasukkan kemaluan dengan lengan, atau duduk diatas pangkal paha   suami.   Suami   berbaring   mengangkat   tubuh  dengn   lengan,   atau melingkarkan  tangan  disekeliling  pinggang  istri.  Posisi  ini  yang  paling nyaman untuk  ibu  hamil,  karena perut  istri  terhindar  dari tekanan badan suami dan istri dapat mengontrol seberapa dalam penis berpenetrasi ke dalam vagina, sehingga mengurangi iritasi pada servik.
  3. Posisi penetrasi dari belakang, wanita  menahan  berat  badannya  dengan  kedua  tangan,  tapi  tangan  dan payudaranya  diletakkan di pinggir tempat tidur dan lututnya dialasi dengan bantal. Pria berlutut di lantai yang memungkinkannya mengontrol dalamnya penetrasi dengan dengan baik. Posisi ini akan lebih nyaman pada bulan-bulan terakhir kehamilan.
  4. Posisi duduk, suami duduk  di kursi atau  tepi tempat  tidur,  memangku  istri dan saling berhadapan, kemaluan suami di dalam vagina istri, lengan saling memangkul. Posisi ini bisaanya pada  kehamilan pertengahan atau  lanjut dimana tidak memerlukan  banyak  gerakan  dan   wanita  dapat  mengontrol  kedalaman penetrasi.
  5. Posisi berlutut atau berdiri, dengan agak melipat lutu, suami dapat memasukkan penis dari belakang istri melingkarkan  lengannya  pada  leher  suami  dan  melingkarkan  kaki  suami antara kedua pahanya. Posisi ini juga sesuai untuk dilakukan pada saat perut anda sudah besar, atau anda tidak dapat berperan aktif lagi selama bercinta.


0 komentar:

Poskan Komentar