feedburner
INGIN BOCORAN ARTIKEL TERBARU GRATIS
Delivered by FeedBurner

feedburner count

Efek Kondisi Kehamilan terhadap Seksual pada Setiap Trismester

Efek Kondisi Kehamilan terhadap Seksual pada Setiap Trismester:


1. Trimester Pertama
Kondisi Fisik dan Emosi Calon Ibu:
Pada  trimester  pertama,  kemungkinan  akan  mengalami  beberapa gejala di bawah ini. Akan tetapi perlu diingat bahwa tidak semua calon ibu merasakan gejala yang sama. Ada yang mengalami seluruh gejala tetapi ada juga yang sama sekali tidak merasakan satu gejala tetapi ada juga yang sama sekali tidak merasakan satu gejala pun. Kehamilan setiap wanita berbeda dan memiliki   karakteristik   masing-masing sesuai   dengan   kondisi   sebelum kehamilan.
  1. Mual, dengan atau tanpa muntah, di pagi, malam, atau sepanjang hari. 
  2. Produksi air ludah meningkat.
  3. Tubuh mudah lelah dan mengantuk.
  4. Payudara membengkak, puting tegang, nyeri jika disentuh atau diraba. 
  5. Mulut terasa pahit.
  6. Sering buang air kecil.
  7. Perut terasa panas, kembung, dan mengalami gangguan pencernaan. 
  8. Menginginkan atau menolak makanan tertentu (ngidam).
  9. Sembelit
  10. Sakait kepala atau pusing.
  11. Mengalami  perasaan  tidak  biasa,  seperti  tidak  suka  melihat  seuami, sensitif pada bau-bauan tertentu, malas berdandan, selalu ingin tidur, dan lain-lain.
  12. Suasana hati cepat berubah, kadang gembira, kadang cenderung cengeng. m).  Sering  merasa  cemas  terhadap  kehamilan,  misalnya  takut  keguguran, takut janin terluka, dan lain-lain.

Efek terhadap Berhubungan Seksual
Meskipun   terdapat   bermacam-macam   variasi   dari   masing-masing pasangan, pola ketertarikan seksual pada trimester pertama kehamilan terjadi penurunan  minat  terhadap  seks.  Survei  mengatakan  bahwa  54%  wanita mengalami penurunan libido pada trimester pertama. Semua   gejala yang dialami calon ibu   pada trimester pertama membuatnya merasa seolah bukan pasangan ideal bagi suami. Rasa mual membuat  calon  ibu  merasa tidak  bergairah  melakukan apa  pun termasuk berhubungan  seks.   Mulut   yang  pahit  membuat  calon  ibu  tidak  ingin berciuman dengan pasangan.  Selain  itu, payudara yang  membengkak dan terasa nyeri jika disentuh membuat ibu  enggan diraba. Bahkan, yang lebih parah,  sensitive  terhadap  bau-bauan  dan  rasa  benci  terhadap  pasangan membuat  calon  ibu  tidak  mau  tidur  sekamar  apalagi  berhubungan  seks. Ketakutan akan menyakiti janin juga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan keinginan untuk bermesraan menghilang.

Akan tetapi, pada wanita yang kehamilan trimester pertamanya sangat nyaman,   hasrat  seksual  yang  muncul  kemungkinan  sama  atau  bahkan meningkat dengan kondisi sebelum kehamilan terjadi. Sebagian kecil wanita bahkan  merasakan  perubahan  yang  sangat  signifikan  terhadap  kehidupan seksualnya.  Hal  tersebut  sering  kali  disebabkan  oleh  hormon  pada  awal kehamilan yang membuat organ vulva lebih sensitif dan payudara yang lebih berisi sehingga meningkatkan kepekaan terhadap sentuhan. Pada  saat  ini, orgasme bahkan multiorgasme bukan tidak mungkin dapat terjadi.

2.  Trimester Kedua
Kondisi Fisik dan Emosi Calon Ibu
Beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh calon ibu pada trimester kedua  di antaranya :
  1.  Pergerakan janin yang mulai terasa.
  2. Rasa mual dan muntah yang mulai berkurang dan perlahan menghilang.
  3. Vagina mengeluarkan cairan berwarna putih susu, encer, dan tidak berbau yang   lazim   disebut leukorhea.   Ini   normal   terjadi   karena   adanya peningkatan hormon selama kehamilan.
  4. Nafsu makan mulai meningkat.
  5. Payudara tidak lagi nyeri.
  6. Produksi hormon progesteron meningkat.
  7. Pinggul  dan  payudara   lebih   berisi  berkat   hormon  kehamilan  dan pertambahan berat badan. Areola dan puting susu berwarna lebih gelap, rambut dan kulit semakin mengilap dan bercahaya.
  8. Suasana  hati  jauh  lebih  baik,  meskipun  terkadang  rasa  sensitif  dan suasana hati masih mudah berubah.
  9. Mulai merasa percaya diri dengan kehamilannya.

Efek terhadap Hubungan Seksual
Meski tidak selalu, minat untuk berhubungan seks umumnya mulai meningkat pada trimester kedua ini. Pada masa ini, secara fisik dan psikologi Anda  dan  pasangan  sudah  lebih  dapat  menyesuaikan  diri  pada  berbagai perubahan yang terjadi karena kehamilan. Tubuh  calon  ibu  yang  telah  dapat  menerima  dan  terbiasa  dengan kondisi  kehamilan  membuatnya  dapat  menikmati  aktivitas  dengan  lebih leluasa daripada kondisi kehamilan di trimester pertama. Mual, muntah dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Selain itu, pada masa ini kehamilan juga belum terlalu besar serta memberatkan seperti pada trimester ketiga dan suasana hati yang jauh lebih baik dari trimester pertama  membuat gairah lebih meningkat.

Pada trimester kedua ini dapat terasa jauh lebih menyenangkan. Hal ini dikarenakan meningkatnya hormon estrogen dan volume darah di tubuh sehingga lebih  banyak darah yang mengalir ke panggul dan organ kelamin. Anda pun akan lebih  mudah  mengalami orgasme. Seperti pada  beberapa wanita yang sudah mengalaminya pada  trimester pertama, umumnya pada trimester  kedua  ini  sebagian  besar  wanita  mengalami  pembesaran  bibir vagina  dan  klitoris  sehingga  ujung-ujung  saraf  menjadi  semakin  sensitif. Akan tetapi, banyaknya aliran darah ke vagina juga menyebabkan perubahan suasana vagina. Lubrikasi yang terjadi memang memudahkan penetrasi tetapi jika terlalu licin dapat membuat penis sulit mempertahankan ereksi.

Bagi para suami, di masa ini pasangan mereka terlihat lebih menarik dibanding sebelumnya. Kepercayaan diri yang meningkat membuat calon ibu terlihat  lebih  cantik,   ditunjang  dengan  kulit  dan  rambut  yang  semakin bercahaya karena pengaruh hormon kehamilan. Namun, ada juga suami yang mengalami  penurunan  gairah  karena  khawatir   berhubungan  intim  dapat mengganggu kesehatan ibu hamil atau janin, perasaan cemas  bakal segera menjadi  ayah,  atau  bahkan  perasaan  tidak  enak  karena  merasa  si  janin menyaksikan acara bercinta tersebut.

3. Trimester Ketiga
Kondisi Fisik dan Emosi Calon Ibu
Mendekati  masa  persalinan,  kemungkinan  ibu  hamil  masih  akan mengalami berbagai gejala seperti trimester sebelumnya. Akan tetapi, saat ini akan lebih terfokus pada tanda-tanda lain yang berkaitan dengan persalinan. Bayangan akan hadirnya makhluk mungil dalam pelukan akan mengaburkan gejala yang biasanya masih dirasakan pada  trimester terakhir ini. Berikut ini merupakan gejala yang pada umumnya dirasakan pada penghujung kehamilan. Gejala pada setiap wanita berbeda sesuai dengan kondisi masing- masing.
  1. Gerakan janin jauh lebih kuat dibanding sebelumnya, sering kali lebih aktif di malam hari.
  2. Perut semakin buncit, kaki bengkak, dan wajah sembab.
  3. Semakin mudah lelah dan napas pendek.
  4. Kram kaki, terutama di malam hari.
  5. Kulit perut terasa gatal, pusar menonjol. 
  6. Kemungkinan mengalami varises.
  7. Kelenjar susu mulai aktif, ASI menetes jika payudara dirangsang.
  8. Sering buang air kecil.
  9. Kadang kala terjadi kontraksi palsu (braxton hicks contractions).
  10. Sulit tidur .

2). Efek Terhadap Hubungan Seksual
Saat  persalinan  semakin  dekat,  umumnya  hasrat  libido  kembali menurun, terkadang bahkan lebih drastis dibandingkan dengan saat trimester pertama. Perut yang  kian membesar membatasi gerakan dan posisi nyaman saat  berhubungan  intim.  Rasa   nyaman  sudah  jauh  berkurang.  Pegal  di punggung dan pinggul, tubuh  bertambah berat  dengan cepat, napas lebih sesak (karena  besarnya janin  mendesak  dada dan lambung),  dan kembali merasa mual menyebabkan menurunnya minat seksual. Selain itu, perut yang besar, kaki  bengkak, dan wajah sembap membuat calon ibu merasa tidak enak dipandang lagi di  mata pasangan. Perasaan itu pun semakin kuat jika suami juga enggan untuk berhubungan seks, meski hal itu sebenarnya karena ia merasa tidak tega atau khawatir melukai calon ibu dan janin.

Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Secara medis, sebenarnya tidak  ada  yang  perlu  dirisaukan  jika kehamilan tidak  disertai faktor  penyulit,  dengan  kata  lain,  kehamilan  sedang  dalam  kondisi  yang sehat. Namun demikian, satu hal yang wajar pula apabila saat ini frekuensi bercinta tidak sesering pada trimester kedua. Hubungan seks sebaiknya lebih diutamakan  untuk  menjaga  kedekatan  emosional  daripada  rekreasi  fisik karena pada trimester terakhir ini, dapat terjadi  kontraksi kuat pada wanita hamil yang diakibatkan karena orgasme.
Hal tersebut dapat berlangsung biasanya sekira 30 menit hingga terasa tidak nyaman. Jika kontraksi berlangsung lebih lama, menyakitkan, menjadi lebih  kuat,  atau  ada  ada  indikasi  lain  yang  menandakan  bahwa  proses kelahiran  akan  mulai,  sebaiknya  kunjungi  dokter  segera.  Menurun  atau meningkatnya  keinginan  untuk  berhubungan  seksual dengan  pasangan  di masa ini bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan karena  hal penting yang perlu disadari ialah bahwa antara masa pembuahan dan kelahiran,  bercinta bisa menjadi dimensi yang baru dan sangat menyenangkan (Suryoprajogo,2008).


0 komentar:

Poskan Komentar